Bulukumba Kembali Raih Predikat Kabupaten Layak Anak

  • 24 Juli 2019
  • 113
  • Administrator

Makassar, Siga

Untuk kali kedua, Bulukumba menerima penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) dengan kategori Pratama dari Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Hasil kerja keras Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bulukumba beserta Organisasi Perangkat Daerah terkait membuahkan hasil yang menggembirakan.

Trophy KLA sebagai simbol penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yambise di Hotel Four Points Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa 23 Juli 2019.

Tahun 2018 lalu penghargaan serupa diterima oleh Bupati Bulukumba A.M. Sukri A. Sappewali pada peringatan Hari Anak Nasional di Kota Surabaya.

Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Lenny N Rosalin mengatakan, penghargaan KLA 2019 merupakan bentuk apresiasi bagi daerah yang berkomitmen tinggi yang diwujudkan dalam upaya konkrit untuk pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Proses evaluasi menurut Lenny terdiri dari empat tahapan yaitu, penilaian mandiri oleh masing-masing daerah, verifikasi administrasi, verifikasi lapangan dan verifikasi final.

"Penghargaan KLA tahun ini adalah tahun ketujuh dan dari tahun ke tahun menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam bentuk output, outcome dan impact," beber Lenny.

Pada tahun ini, jumlah kabupaten kota yang menerima penghargaan KLA tahun ini sebanyak 247. "Tahun 2019 ini mengalami peningkatan signifikan dari 177 kabupaten kota menjadi 247 kabupaten kota atau meningkat 40 persen," ungkapnya.

Bulukumba merupakan satu diantara empat belas kabupaten kota di Sulawesi Selatan yang menerima Penghargaan Kabupaten Layak Anak. Selain Bulukumba daerah lain seperti Kota Makassar, Bantaeng, Sidrap, Sinjai, Bone, Maros, Gowa, Luwu Utara, Palopo, Luwu Timur, Pare-Pare, Soppeng dan Takalar ikut menerima penghargaan serupa.

Sementara itu, Menteri PPA Yohana Susana Yambise saat menyampaikan sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh kabupaten kota dan provinsi yang mendapat penghargaan KLA. Tokoh perempuan asal Papua ini berharap tahun depan, jumlah penerima penghargaan KLA terus bertambah, demikian pula dengan kualitasnya..

"Dulu penghargaan KLA ini dilakukan dua tahun sekali, tapi saya katakan harus diberikan setiap tahun agar pemerintah kabupaten kota dapat bekerja lebih keras lagi untuk memenuhi indikator KLA ini," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria usai menerima trophy KLA, menyampaikan ungkapan syukurnya atas perolehan penghargaan ini. "Bagaimana pun ini adalah kerja kolektif, kerja keras berbagai elemen untuk memastikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di Kabupaten Bulukumba," katanya.

Menyinggung masih adanya kasus yang terjadi terhadap anak di Bulukumba, maka hal tersebut harus dimaknai sebagai wujud meningkatnya kesadaran masyarakat dalam melaporkan kasus-kasus yang melanggar dan mengabaikan hak anak," kata Tomy Satria.

Pelaporan kasus-kasus anak harus kita apresiasi untuk memberikan efek jera. Menurut Wakil Bupati parameternya bukan pada faktor kejadiannya, tapi bagaimana seluruh stakeholder melakukan penanganan secara baik dan tepat sehingga tidak ada ekses lebih jauh. (***)