DP3A Latih Tim Sapa Bulukumba.

  • 14 Oktober 2019
  • 182
  • Administrator

Bulukumba, Siga

Angka perceraian Aparat Sipil Negara belakangan ini cukup tinggi. Hal serupa terjadi di Kabupaten Bulukumba. Adapun faktor yang mempengaruhi terjadinya kasus percerai tersebut antara lain faktor media sosial dan faktor ekonomi.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bulukumba saat membuka Pelatihan Pendampingan Tim Sahabat Pegawai Bulukumba (Tim Sapa Bulukumba), Senin, 14 Oktober 2019 di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bulukumba.

Tim Sapa Bulukumba adalah Tim yang dibentuk untuk menekan laju peningkatan jumlah perceraian Aparat Sipil Negara di Kabupaten Bulukumba. Pembentukan Tim Sapa Bulukumba digagas oleh Andi Dewi Ratu, Kepala Bidang Kesetaraan Gender Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bulukumba sebagai inovasi dalam Proyek Perubahan Latihan Kepemimpinan Tingkat III yang sementara diikutinya di Lembaga Administrasi Negara Makassar.

Tim ini beranggotakan Pengurus Dharma Wanita Persatuan yang akan di tugaskan di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Bulukumba. "Masing-masing anggota tim ini akan menjadi pendamping atau mediator di tiap OPD bagi pegawai yang membutuhkan pemecahan permasalahan keluarga," kata Andi Dewi Ratu.

Pelatihan Pendampingan Tim Sahabat Pegawai Bulukumba itu menghadirkan puluhan unsur pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bulukumba. Tampil sebagai narasumber pada kegiatan tersebut Hartati dari Kantor Kemenag dan Konselor Hj. Murni Lehong yang sehari-hari aktif sebagai penceramah.

Sementara itu, Hartati saat memaparkan materinya menegaskan bahwa Tim Sapa dibentuk untuk membendung meningkatnya jumlah perceraian ASN. "Tim ini beranggotakan pengurus Dharma Wanita Persatuan yang akan di tugaskan di tiap Organisasi Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Bulukumba. Tim ini akan dibekali pengetahuan dan pemahaman agar dapat bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Keluarga atau Puspaga dan P2TP2A. Tentu kegiatannya dimaksudkan untuk mencari solusi pemecahan masalah keluarga agar tindakan gugatan atau talak cerai tidak menjadi solusi utama," kata Hartati.

Aktivis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak itu menyebutkan tiga Devisi yang ada di Sapa Bulukumba yaitu Devisi Pengaduan, Devisi Advokasi/Pendampingan dan Devisi Data. "Masing-masing devisi ini memiliki enam orang anggota," ungkap Hartati.

Menurut Andi Dewi Ratu, Kepala Bidang Kesetaraan Gender, sebelum dilakukan pelatihan bagi anggota Tim Sapa Bulukumba ini, sebelumnya dilakukan pembentukan TIM SAPA Bulukumba pada hari Rabu, 18 September 2019 lalu.(Irwan)